Pengertian Anemia Defisiensi Besi

Pengertian anemia definisi besi – Anemia definisi besi adalah satu jenis anemia yang disebabkan kekurangan zat besi sehingga terjadi penurunan jumlah sel darah merah yang sehat.

Zat besi sangat diperlukan bagi tubuh untuk menghasilkan komponen sel darah merah yang dikenal dengan hemoglobin, saat tubuh mengalami anemia definisi besi, maka sel darah merah juga akan mengalami kekurangan pasokan hemoglobin yang berfungsi mengangkut oksigen dalam sel darah merah untuk disebarkan ke seluruh jaringan tubuh.

Hemoglobin di dalam sel darah merah dibutuhkan tubuh untuk mengikat dan membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh organ tubuh dan juga berperan dalam pembuangan karbondioksida dari sel-sel tubuh ke paru-paru, tanpa pasokan oksigen yang cukup dalam darah, tubuh juga tidak mendapat oksigen yang memadai sehingga dapat merasa lemas, lelah, dan sesak napas.

Umumnya anemia definisi besi dapat diatasi dengan suplementasi zat besi, namun pemeriksaan tambahan dan perawatan yang lebih lanjut juga diperlukan, terutama jika dokter mencurigai adanya pendarahan internal ( didalam tubuh ) maupun penyakit lain yang dapat menimbulkan gejala anemia.

Anemia definisi besi sering terjadi pada individu yang kekurangan asupan zat besi dalam makanan, pendarahan berat serta kehamilan merupakan penyebab utama anemia definisi besi.

Selain pendarahan menstruasi yang berat pada perempuan, dapat juga menjadi tanda pendarahan di saluran cerna seperti lambung dan usus yang bisa diakibatkan oleh konsumsi obat seperti ibuprofen dan aspirin yang berlebihan dalam waktu lama, luka pada lambung, radang pada usus, kanker lambung atau usus besar.

Sampai saat ini anemia masih menjadi permasalahan di berbagai negara, terutama anemia yang terjadi pada ibu hamil, sekitar 41,8 persen dari seluruh ibu hamil di dunia banyak yang mengalami anemia. 

Menurut data riskesdas pada tahun 2013, jumlah penderita anemia pada ibu hamil di Indonesia dapat mencapai hingga 37,1 persen, Anemia kerap dikaitkan dengan meningkatnya kelahiran prematur, penyakit infeksi, serta kematian ibu dan anak.

Separuh dari jumlah penderita anemia pada ibu hamil mengalami defisiensi zat besi dan kondisi ini dapat berpengaruh pada pertumbuhan janin atau bayi, baik saat kehamilan maupun sesudah melahirkan.

Sumber gambar : milissehatyop.org

Seperti yang sudah dibahas, pasa umumnya anemia defnisi besi mudah ditangani,  namun jika dibiarkan tanpa pengobatan sama sekali, risiko penderita terserang penyakit dan infeksi akan semakin besar.

Hal tersebut dikarenakan defisiensi zat besi juga berpengaruh pada sistem imunitas tubuh manusia,  selain itu penderita anemia kekurangan zat besi juga berisiko mengalami komplikasi pada jantung, paru-paru, serta komplikasi kehamilan atau pasca persalinan. 

Anemia definisi besi juga bisa terjadi pada anak, yang mana akan memberikan dampak yang negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, yaitu dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya infeksi.

Selain itu berkurangnya kandungan besi dalam tubuh juga dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan organ tubuh akibat oksigenasi ke jaringan berkurang, masalah yang paling penting yang ditimbulkan oleh penyakit ini yang berlangsung lama, adalah menurunkan daya konsentrasi dan prestasi belajar pada anak.

Jadi secara sederhana anemia sering diartikan sebagai kekurangan darah, secara teoritis anemia merupakan istilah untuk menjelaskan rendahnya nilai hemoglobin (Hb) sesuai dengan umur serta jenis kelamin dan pada anak – anak kekurangan zat besi atau anemia defisiensi besi merupakan penyebab anemia terbanyak.

Hingga saat ini persentase anemia defisiensi besi di Indonesia masih sangat tinggi, terutama pada wanita hamil, anak balita, usia sekolah dan pekerja berpenghasilan rendah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *